Langsung ke konten utama

Curug Cikuluwung, Wisata Baru di Bogor yang Ngeri-ngeri Sedap!


Ngadem ngapa ngadem. Diem-diem bae hehehe
Bumi sejenak menawarkan hangatnya matahari dan birunya langit dalam beberapa hari. Aaaahhh, enaknya sih ke tempat yang adem-adem. Apalagi di Bogor Barat, tempat wisata alamnya banyak gituuuhhh. Kebetulan ada wisata baru, saya bersama Muty pun menyempatkan diri untuk berwisata ke sana. Nama wisatanya adalah Curug Cikuluwung.

Kalau biasanya saya akan berkisah dari berangkat sampai pulang tentang perjalanan wisata yang baru saja dilakukan, kali ini saya cuma akan jawab pertanyaan saja. Pertanyaan yang setelah saya renungkan di tengah kamar yang berantakan mengenai informasi apa yang sekiranya dibutuhkan pembaca. To the point edition. Oke, kita mulai saja ya?

Apa keistimewaan Curug Cikuluwung?

Dok.pribadi
Setelah beberapa kali mengunjungi fenomena air terjun di Bogor mulai dari curug yang katanya ‘ngumpet’ tapi ternyata nggak ngumpet sama sekali sampai curug yang betul-betul butuh perjuangan untuk mencapainya, buat saya Curug Cikuluwung cukup istimewa karena lokasinya bagai berada di tengah lembah berbatu alami yang cukup eksentrik. Curug ini seperti memiliki kolam kecil yang airnya mengalir menuju sungai mungil yang ada di hadapannya. Dikelilingi tebing-tebing yang kalau dikira-kira 90% adalah bebatuan, curug ini cukup memberi nuansa yang berbeda. Seperti Little Green Canyon-nya Bogor kali, ya? Belum lagi suara derasnya air yang berdebur tiada henti seolah memberi relaksasi alami yang mampu menghilangkan penat. Selain itu, curug ini sangat cocok untuk para sahabat yang suka dengan tantangan dan wisata yang memacu adrenalin.

Bagaimana rute ke Curug Cikuluwung?

Curug Cikuluwung terletak di Bogor Barat tepatnya di Kampung Suka Asih, Desa Cibitung Wetan, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor. Bagi sahabat yang berangkat dari wilayah Bogor Kota, perjalanan bisa ditempuh menuju Dramaga – Cikampak – Cibatok – dilanjut menuju pertigaan Cemplang. Kemudian masuk ke pertigaan Cemplang (belok kiri) lurus terus sekitar 45 menit untuk kemudian masuk ke belokan yang cukup curam di sebelah kanan (biasa disebut Gang Gardu), kita akan menemukan gang tersebut setelah melewati Sungai Cikuluwung. Selanjutnya kita akan memasuki jalan berbatu sekitar 10 menit sebelum bertemu papan petunjuk Curug Cikuluwung.

Dok. pribadi
Dari papan petunjuk tersebut, terlebih dahulu kita akan memasuki area kampung menuju tempat parkir yang disediakan di depan rumah warga. Dari parkiran, perjalanan dilanjut dengan berjalan kaki melewati kebun warga  selama 5 menit hingga sampai di loket masuk Curug Cikuluwung.

Sejak kapan Curug Cikuluwung dibuka?

Menurut pengelola, wisata ini belum genap sebulan dibuka. Sekedar informasi, saya ke sana pada tanggal 23 Februari 2018.

Berapa harga tiket masuk Curug Cikuluwung?

Dok.pribadi
Rp. 10.000 saja per-orang.

Enaknya ngapain aja di sana?

Banyak hal asyik yang bisa dilakukan, salah satunya berendam. Ingat ya sahabat, berendam bukan berenang. Karena menurut saya Curug Cikuluwung memiliki space kolam alami yang tidak terlalu luas dan cukup berbatu sehingga kurang nyaman untuk berenang. Tapi keindahannya didukung oleh sungai kecil yang mengaliri air dari curug. Enaknya si duduk-duduk di tepi batu sambil cuci muka. Meskipun banyak batu dan hawanya pengen nggiles baju, tapi jangan cuci baju di sana ya hehehe.

Apakah Akses Curug Cikuluwung ramah untuk anak dan manula?

TIDAK, karena Curug Cikuluwung terdapat di lokasi yang menurut saya cukup curam. Awalnya saya meremehkan wisata yang satu ini dan berkata “Wah, curugnya di tengah-tengah kampung gini yah?!”. Tapi ternyata setelah loket masuk, kita akan bertemu anak tangga dan melewati bebatuan yang cukup curam untuk sampai di area curug. Jangan tanya saya tegang atau enggak. Cuma gemetaran saja.

Dok.pribadi

Dok.pribadi

Dok.pribadi

Dok.pribadi
Apakah akan ada yang baru di Curug Cikuluwung?

Menurut pengelola, nanti akan dibangun jembatan di antara tebing curug untuk spot berselfie. Selain itu akan disediakan pelampung untuk Body Rafting dan dibuat beberapa rumah pohon. Untuk saat ini, pengelola sedang memperbaiki akses menuju curug agar nyaman dikunjungi wisatawan.

Apa saja tips berwisata ke Curug Cikuluwung?

1. Jaga kebersihan curug, jangan buang sampah sembarangan.
2. Gunakan alas kaki yang tidak licin dan pakaian yang nyaman.
3. Kalau dilihat dari aksesnya, kita sebaiknya jangan terlalu banyak membawa barang karena akan cukup merepotkan dan mengganggu keseimbangan.
4. Perhatikan pijakkan kaki dan genggaman tangan. Pastikan keduanya terasa aman.
5. Bebatuan di sekitar air terjun kerap berlumut, sebaiknya lepas alas kaki saat mendekati curug. Simpan barang di tempat yang seimbang.
6. Usahakan Safety first, not selfie first.
7. Demi keamanan, berkunjunglah saat curah hujan tidak terlalu tinggi.
8. Pastikan kita sudah buang air sebelum ke area curug karena WC terletak cukup jauh dari area curug (dekat loket masuk). Kalau sudah di curug, kita harus melewati bebatuan curam dan jalan menanjak hanya demi memenuhi ‘panggilan alam’.
9. Jangan sungkan meminta bantuan pengelola. Meskipun tanpa diminta, mereka selalu setia mengawasi para pengunjung dan kerap menyodorkan bantuan demi keselamatan saat berwisata di sana.

Belum ada rencana kemana-mana akhir pekan ini? yuk ajak teman-teman kesayangan menikmati keindahan alam sekaligus menantang adrenalin di Curug Cikuluwung :)

Komentar

  1. Wah seru dan bagus!! Jadi penasaran mau ke sana tapi gak berani kalau sendirian huhu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yuk ka uni, tak temenin hehehe

      Hapus
  2. Jadi pengen ke situ. Cakep bener perjuangannya ke sana ^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya. Cakep curugnya, cakep juga perjuangannya mbak 😅

      Hapus
    2. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

      Hapus
  3. Dari jembatan cinuluwung kemana lagi ya? Ko saya gak nemuin. Saya nanya ke warga aja ko gak tau warga nya. Mohon di bantu gan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nggak jauh dari jembatan ada tanjakan. Gang Gardu tepat ada di sebelah kanan tanjakan. masuk ke situ mbak/mas. Jalan gangnya masih berbatu. alamat yang saya tulis sudah cukup lengkap :)

      Hapus
  4. Jadi destinasi selanjutnya ini, di IG Lagi rame bngat

    BalasHapus
  5. Itu rumah nenek saya...😆😆

    BalasHapus
  6. Boleh dong....
    Siapa pendampingnya yah?
    Sy ramean dari tangerang

    BalasHapus
  7. Aku kesini pas hari minggu siang dan pengunjungnya parah bangeeetttt. Terus juga dibatesin hanya bisa masuk 30 orang saja #cedih

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Wisata Ranggon Hills, Surganya Spot Instagramable di Kota Bogor

Wisata Bogor memang nggak ada matinya!
Beda manusia, beda pula caranya berbahagia. Termasuk bahagia dengan cara berswafoto di lokasi yang dianggap instagramable sehingga bisa mempercantik feed social media khususnya instajram, eh instagram maksudnya. Hal ini menyebabkan wisata yang konon instagramable ramai diserbu masyarakat belakangan ini.

Go to the main topic. Saya ingin memperkenalkan kepada sahabat (yang belum tahu) sebuah tempat wisata baru bernama Ranggon Hills, magnet wisata Bogor terbaru di kawasan wisata Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS)  Kabupaten Bogor. Salah satu wisata asyik yang menawarkan sensasi berfoto dari atas ketinggian.
Sejujurnya, saya sudah tiga kali ke Ranggon Hills, namun baru kali ketiga pergi dengan cuaca yang sangat cerah. Bersama dua saudara perempuan saya dari Jakarta yang sedang berlibur di Bogor, Aida dan Santi, kami bertiga berangkat pukul enam pagi dari rumah saya di Desa Cibening Kecamatan Pamijahan (sekitar 10 Km menuju wisata Ranggon Hills)…

7 Tips Membuat Caption Instagram yang Lovable ala Travelosofi

"Gue pengen upload foto ini di Instagram tapi belom ada captionnya. Bikinin dong ji...”
“Emang caption Instagram harus bagus ya?”
“Iya biar gimana gitu.”
Demikian sepenggal percakapan saya dengan seorang teman yang sedang menunjukkan foto liburannya dari Singapore beberapa waktu lalu. Sebut saja namanya Pokinem. Bukan kali ini saja percakapan saya dengan Pokinem menyentuh ranah Instagram, sebelumnya ia juga pernah bertanya sesuatu kepada saya,
“Pernah nggak sih lo mau upload foto di instagram trus lamaaa deh mikirin captionnya? Karna bingung nggak nemu ampe nggak jadi tuh upload fotonya hahaha.”
Ternyata kalimat tersebut nggak cuma saya temukan saat ngobrol sama Pokinem. Faktanya, percakapan dengan topik “mikirin caption” juga pernah nongol ketika ngobrol bersama beberapa teman yang lain. Bahkan ketika di tempat umum, saya pernah mendengar (sebut saja menguping) anak remaja yang sedang ribut mikirin caption instagram.
Setiap sosial media memang diciptakan dengan misi tertentu selain un…