Aku sebenarnya sudah 3 tahun memandang hari ulang tahun sebagai sesuatu yang biasa. Asal-usulnya kenapa? Ceritanya dulu di ulang tahun ke 23, aku sedang menghadapi Quarter Life Crisis yang cukup serius. Aku tak menyukai pekerjaan yang sedang kujalani, semua terasa begitu datar dan kesehatan mental sedang dalam kondisi yang tidak stabil. Tibalah hari ulang tahun dan aku tak merasakan gejolak apapun. Aku waktu itu berpikir bahwa tak harus ada yang dirayakan dari seorang Azizah di tahun 2017. Namun ternyata pandangan itu membuka sudut pandangku yang baru dan membawaku lebih jauh lagi merubah makna hari ulang tahun. Sejak saat itu, hari ulang tahun bagiku secara personal bukan menjadi hari yang spesial lagi karena muncul kesadaran baru bahwa, hari dalam mengapresiasi diri bisa muncul kapan saja. Tidak ingin merayakan ulang tahun bukan berarti tidak mencintai diri sendiri dan tidak bersyukur, namun mengapresiasi diri adalah kewajiban yang harus terus dilakukan. Aku yang sekarang leb...
Perjalanan kaki, perjalanan hati dan perjalanan opini.