Ada pepatah mengatakan
“Tuntutlah ilmu sampai ke negeri Cina”, tapi kalo untuk urusan belajar bahasa
inggris, untuk apa jauh-jauh ke negeri Cina? Kalo belajar bahasa mandarin mungkin iya, hehe. Nah, kalau belajar bahasa Inggris kamu tinggal pergi ke kampung Inggris
di Desa Tulungrejo Pare Kediri, Jawa Timur.
Bingung juga yaaa, belajar
bahasa inggris dari zaman hidung masih ingusan sampai zaman muka sering bedakan
tapi tak banyak menambah kemampuan bahasa Inggris. Tapi kenapa bisa begitu ?
dimana letak salahnya ? sayangnya tulisan ini dibuat bukan untuk bahas metode
belajar atau metode pendidikan guys,
hehehe.
Nah, untuk kamu yang merasakan
ironi seperti itu, mungkin patut datang ke Kampung Inggris yang jadi tempat
lebih dari 100 lembaga kursus yang siap dipilih sesuai dengan spesifikasi mana yang ingin kamu tonjolkan. Speaking kah? Grammar kah? Atau yang
lainnya. Jadi pintar-pintar saja pilih lembaga kursusnya ya.
Namun pergi mendamparkan
diri kamu ke Kampung Inggris sama saja pergi menyiapkan diri dengan beragam kejutan
menarik yang tersedia di sana. Berdasarkan pengalaman saya tinggal selama satu
bulan di Pare, poin-poin berikut ini yang bikin Kampung Inggris jadi tempat
yang sangat dirindukan, (ah sedih kalau dikenang hiks).
1. Tak ada istilah "Sok Inggris"
1. Tak ada istilah "Sok Inggris"
![]() |
Cewek-cewek USA Class |
Belum mahir ngomong bahasa
Inggris bukan hambatan untuk ngomong bahasa Inggris. Di Kampung Inggris kita
malah ditantang ngomong Inggris untuk kegiatan sehari-hari. Ga akan ada orang
yang ngebully kamu dengan panggilan “Sok Inggris” karena memang di sanalah
tempatnya untuk setiap pelajar melatih kemampuan mereka semaksimal mungkin.
Kalaupun sampai ada, mungkin
dia orang yang mau belajar bahasa mandarin tapi malah kesasar ke Kampung
Inggris, hahaha. Jadi tak usahlah takut ya nak, mau grammar atau structure
kamu berantakan, orang-orang di sana ga bakal menertawakan. Malah seringkali
saling mengkoreksi. Asyik banget, bukan?
2. Jadwal Belajar dari Pagi Sampai Malam
2. Jadwal Belajar dari Pagi Sampai Malam
![]() |
Kelakuan abis kelas malam |
Anak kuliahan mungkin jadi
spesies yang harus menyesuaikan diri ekstra lebih keras untuk belajar di
Kampung Inggris. Jangan mengharapkan jadwal super nyantai layaknya jadwal
kuliah di semester akhir. Kecuali kamu memang Cuma mau ambil satu atau dua
program saja. Saya pribadi pilih paket full program di lembaga Brilliant English
Course. Kenapa full program? biar greget aja! Hehehe. Secara rinci, seperti
inilah jadwal rutin saya di Brilliant English Couse selama satu bulan :
Pukul 05.00 – 06.00 WIB : Study Club I
Pukul 07.30 – 09.00 WIB : Vocabulary Class
Pukul 10.30 – 12.00 WIB : Speaking Class
Pukul 14.30 – 16.00 WIB : Grammar Class
Pukul 18.00 – 19.00 WIB : Study Club II (Setiap malam jumat
diganti dengan Religius Meeting)
Pukul 19.30 – 21.00 WIB : Pronunciation Class
Awalnya memang cukup sulit
kembali menghadapi rutinitas yang cukup padat setelah masa-masa santai yang
bikin otak mulai manja. Sesekali ada saja dalam pikiran tersirat ingin bolos
sekedar satu atau dua program. Ah, tapi kita tidak datang jauh-jauh untuk bolos
dan menyia-nyiakan uang orang tua, bukan ? Hehehe.
Sadar atau tidak, kegiatan
lumayan padat itu sangat saya rindukan ketika pergi meninggalkan Kediri. Padat
tapi bermanfaat, kira-kira bentuk rutinitas macam itulah yang dibutuhkan orang
seperti kita-kita ini.
Ilmu adalah investasi terbaik untuk masa depan. Mari kita ingat baik-baik, kawan.3. Piknik Setiap Minggu
![]() |
Piknik asik! |
Kebanyakan pelajar di sana
memang menyiapkan jadwal liburan setiap minggunya (karena sabtu minggu libur).
Entah hanya di sekitar kota Kediri atau kota-kota tetangga seperti Malang,
Blitar, Tulungagung atau Surabaya yang punya segudang tempat wisata asyik untuk
mengusir penat dan kegalauan (eh kok ngusir galau ? iya, galau gara-gara grammar hahaha).
Saya sendiri melaksanakan
ritual menggiurkan itu setiap minggu. Piknik, liburan, traveling atau entah
apalah itu namanya tapi yang jelas bikin saya senang sekali. Kenapa bisa
sesenang itu ? biar saya jelaskan sedikit. Saya sangat suka destinasi wisata di
daerah Jawa Tengah dan Jawa Timur. Menurut pengalaman saya, tempat wisata di
kedua provinsi tersebut punya banyak keunikan dan sensasi yang berbeda. Selain
itu yang paling utama adalah . . . Muraaahhh hehehe.
Bayangkan saja, dengan uang
sebanyak Rp. 100.000 saya sudah bisa pergi ke Pantai Sanggar di Tulungagung dan
Simpang Lima Gumul pada weekend
minggu pertama. Rp. 100.000 selanjutnya berhasil membawa saya ke Gunung Kelud
pada weekend minggu kedua. Kemudian
Rp. 70.000 membawa saya pergi main ke Candi Surowono naik becak serta belanja
dan jajan-jajan cantik di sekitar pasar tradisional Kediri pada weekend ketiga.
Namun sebagai penutup, saya
pilih Puncak B-29 dan Simpang Lima Gumul Kediri di Lumajang selama 2 hari yang
menghabiskan biaya sekitar Rp.250.000 (Perlu dicatat kalau biaya paket liburan
tersebut sudah termasuk bayar masuk, sewa motor plus biaya makan guys. Asyik
banget bukan ? Hehehe). Tentu biaya di atas masih bisa disusutkan atau malah
jadi lebih banyak sesuai dengan seperti apa gaya jalan-jalan kamu.
![]() |
Nangkring di Gunung Kelud |
![]() |
Waktu di Candi Surowono |
![]() |
Pasar tradisional Pare cari sawi buat nyeblak! hehe |
![]() |
Finally, mentok di Lumajang |
So, tak ada salahnya
menabung dana khusus liburan sebelum pergi ke kampung Inggris. Sayang banget
kalau weekend di sana tidak digunakan untuk memperkaya pengalaman.
Adventure may hurt, but monotony will kill you. ~Anonim4. Terperangkap di English Area
![]() |
Selfie di depan English Area |
Seperti yang sudah saya
jelaskan sebelumnya, di Kampung Inggris kita ditantang sebisa mungkin
berkomunikasi pakai bahasa Inggris. Kalau bener-bener keki waktu di kelas kamu
masih bisa curhat atau ngomong pakai bahasa Indonesia, tak masalah
sebenarnya. Tapi ada yang namanya
istilah “English Area” dimana kita diharuskan, diwajibkan, kudu, ga boleh engga
buat ngomong pakai bahasa Inggris.
Di Brilliant English Course
tempat saya belajar, ada dua "English Area" yaitu di depan kantor Brilliant English Course yang kalau ketahuan ngomong bahasa pasti disuruh cium tembok. Tapi “English Area” paling keramat adanya di Camp (asrama).
Peraturan camp khusus wanita dikenal lebih ketat dari regulasi camp khusus
laki-laki. Salah satu faktornya bisa jadi sesuai dengan siapa tutor yang
bertanggung jawab di Camp tersebut. Saya sendiri dapet tutor yang yaaaahhh
lumayan T.E.G.A.S hehehe.
Sedikit saja kamu ketauan ngomong
bahasa Indonesia di kamar, di ruangan, atau di manapun dalam area Camp, pasti
ada yang teriak “Doooon’t Speaaakkk Bahasaaaaaa!!!”. Awalnya si emang
kaget-kaget greget gitu, tapi kelamaan kita bakal terbiasa kok dengan
teriakan-teriakan mistis macam itu. Kadang ngangenin malah.
Ada di English Area sering
bikin kita ketawa-ketawa sendiri. Kadang mau ngomong minjem gantungan baju aja
kudu ngomong muter kesana kemari karena lupa bahasa inggrisnya gantungan baju.
Minjem setrikaan aja ada yang ngomong “Can
I borrow your Iron Man?” dicampur logat jawa yang aduhai medoknya (Ini
Kocak, hahahaha). Suer, ngangenin hiks fix.
Seperti hujan selamat datang di musim panas, humor tiba-tiba bisa membersihkan dan menyejukkan bumi, udara, dan dirimu. ~Langston Hughes
Oh ya ada lagi nih regulasi
soal “English Area” yang lumayan sakral. Kira-kira begini undang-undang yang
ada di lembaga saya belajar :
“Barangsiapa (gatau punya siapa) yang ngomong Bahasa
Indonesia di English Area maka akan dikenakan denda sebesar Rp.500 per-kata”.
Saiikk banget bukan ? saya
pribadi pernah kena denda karena nanya temen di camp pakai Bahasa Indonesia,
“Hei, tadi kenapa ga masuk ?” . Nah itung deh didenda berapa hahaha. Tapi
tenang, uang denda yang terkumpul biasanya dibelanjakan untuk kebutuhan camp
kok seperti minyak goreng, gas atau keperluan lain yang digunakan bersama. Ini
baru regulasi bijak, hehehe.
Tapi tak usah khawatir, buat
kamu yang mau curhat panjang lebar soal mantan pacar, selingkuhan tetangga,
politik era reformasi sampai ribut soal probabilitas bumi datar atau bulat bisa
sebebas-bebasnya dieksekusi di atas jam 10 malam sampai sebelum Study Club I.
English Area sudah tidak berlaku, yeayyyy...!!!
5. Bertemu Para Pemimpi (My favourite part)
5. Bertemu Para Pemimpi (My favourite part)
![]() |
Eksis di depan Simpang Lima Gumul Kediri |
Hei, pernahkah kamu
membayangkan betapa indahnya sebuah tempat dimana hampir semua manusia yang
berkumpul di sana sedang memperjuangkan impian mereka masing-masing ? di dunia
ini, mungkin tak terhitung ada berapa tempat seperti itu. Tapi buat saya,
Kampung Inggris Pare punya energi yang tidak biasa. Super extraordinary. Betapa mudahnya semangat saya tersulut di sana
dan dunia seakan terbentang jadi lebih luas.
Di sanalah tempat orang-orang membawa obor impian mereka kemana-mana. Mereka siap berbagi api kala obor impianmu mulai padam karena ulah badai keputus-asaan.
Awalnya begini, saya dites
wawancara untuk masuk ke kelas Basic
atau Intermediate di lembaga
Brilliant English Course. Akhirnya Tuhan menaruh saya di kelas USA Intermediate
dan terpisah kelas dengan teman saya dari Bogor. Kesan pertama bergabung dengan
USA Class biasa saja. Saya berkenalan dengan mereka satu per satu seperti kegiatan
perkenalan biasa. Mereka semua ramah dan bersikap baik. Satu dua hari pertama
belum ada yang terasa spesial. Masuk hari ketiga, saya baru sadar bahwa saya ada
di tengah kerumunan ‘Para Pemimpi’. Perlu saya ulangi, saya ada di tengah
kerumunan ‘Pa...ra...pe...mi...mpi’. Ini menarik!
Tahun 2017 dan kita masih
saja menilai orang lain dari penampilan? Oh itu bahayaaa girls, guys, mba bro,
mas bro hehe ...
Kenapa bahaya ? tentu saja.
Bagaimana mungkin kita bisa menilai kualitas seseorang hanya dengan berbekal
sehelai kain yang menempel di tubuhnya pada saat itu juga. Dimana bahayanya?
Probabilitas termakan rasa sombong dan rasa rendah diri bisa terjadi kapan
saja, bukan? itu.
Mampus kau dikoyak-koyak sepi. ~Kata Chairil Anwar
Mampus juga kau dikoyak-koyak relativitas. ~Kata Saya barusan
![]() |
USA Class, yeaaayyy!!! |
USA Class adalah tempatnya
orang-orang sederhana dengan impian-impian yang luar biasa. Saya yakin betul
itu. Pengalaman saya selama satu bulan bersama mereka semakin memperjelas
semuanya.
Saya kenal Bang Syam
Widianto, lelaki dengan penampilan super cuek dan sederhana yang pintar
di bidangnya. Salah satu pemberi warna di kelas yang diam-diam sedang
mempersiapkan beasiswanya ke Italia tahun ini. Mahasiswa jurusan Mechanical
Engineering Universitas Muhammadiyah Surakarta itu bisa bikin kamu melongo
kalau sudah sungguh-sungguh mendengarkan dia bicara. Dia juga sedang
memperdalam bahasa Italia dan bahasa Inggris demi memuluskan jalannya pergi ke
sana. Selama sebulan di USA Class, dia juga sering bolak-balik Jakarta untuk
mengurus banyak hal di kedutaan. Sungguh kegiatan bolak-balik yang menggiurkan,
bukan ? hehehe
Ada lagi nih, Sri Ayu
Habibah. Wanita smart asal kupang yang wawasannya luas banget. Coba deh sharing
soal pendidikan, politik, percintaan, dan banyak hal lain. Pasti stok
pengetahuan dia masih bisa diexplore sampai larut malam. Malah ketika saya
menginap di kamarnya (akibat gerbang camp keburu digembok karena acara mamingan
USA Class selesai kemaleman), dia juga punya kisah mistis yang luar biasa seram
pada masa-masa waktu tinggal di Kupang. Alamak, sampai kisah mistis pula
wawasannya masih tetep luas dan greget parah! Pokoknya isi kepala manusia yang
satu ini seakan tak ada habis-habisnya digali. Ia juga tak segan mengajari kami
semua yang sering dibikin kebingungan akibat grammar yang aduhaiii banget
materinya. Beasiswa ke Jerman pun sedang gencar-gencarnya ia kejar demi
menuntut ilmu sekaligus menuntut jodoh mungkin, hehehe.
Ada juga Gigih Prayitno.
Mahasiswa Bahasa Jepang Universitas Diponegoro yang katanya salah jurusan (mohon maaf, dia yang bilang sendiri ke saya ya akang teteh hehe). Salah satu
orang yang kalau ngobrol sama dia, pasti kamu mengira kalau dia lulusan psikologi
akibat wawasan kehidupan dan percintaannya yang menarik. Ngobrol sama dia itu
kadang seperti menemukan jawaban atas apa yang sering kita pertanyakan
diam-diam. Lalu kemudian kita pun menemukan jawabannya secara diam-diam pula. Dan
ternyata bukan Cuma soal percintaan, persoalan politikpun tak luput dari
perhatiannya. Dia rajin menulis opini ini itu soal banyak hal termasuk soal
gejolak politik di sosial media atau blog pribadinya. Namun sepertinya bukan
Gigih Prayitno namanya kalau nulis hanya untuk menarik kemakluman orang lain.
Dia menulis untuk mencurahkan kegelisahan dan isi kepala, bukan mengemis
persetujuan serta deru pujian. Soal impian, katanya manusia galauers satu ini
lagi gencar belajar IELTS demi mengejar program Pasca Sarjananya. Saya belum
tahu persis jurusan apa yang diincar (semoga psikologi, amiin hehehe).
Ada lagi Desti, Kak Rari,
Kak Esther dan Kak Nevi. Aduh kalau bicara soal kebaikan dan kedewasaan mereka
dijamin bikin kangen deh. Mereka itu seperti orang tuanya USA Class.
Orang-orang yang sikapnya super sederhana padahal kapasitas mereka bisa melebihi itu. Kalau ada yang sakit pasti langsung sigap ngurusin ini itu. Kalau
ada yang kesusahan, pasti sigap juga buat menolong. Desti si penggemar Korea
lagi mengusahakan mimpinya buat dapet beasiswa S2 di sana, Kak Esther adalah
seorang konsultan keuangan yang memang tercermin dari mukanya hehe, Kak Rari
adalah seorang penerjemah bahasa Korea dan pernah tinggal di sana (dia sering
bolak balik pare buat terus belajar bahasa inggris, salut!), dan Kak Nevi
adalah seniornya dunia perbankan (yang sangat suka traveling). Kak Nevi
orangnya keibuan banget. Waktu USA Class main ke pantai, saya pernah sampai
disuapi makan nasi karena di warung si ibunya keabisan. Berkesan banget, hiks.
Dua pemuda pemudi Sunda juga
tak ketinggalan. Pertama Dinia Hetika. Biasa saya panggil Teh Din. Hoalah kalau
bicara soal aura keibuannya sudah pasti langsung tergambar dari cara bicaranya
yang Sunda banget plus tingkah lakunya yang lemah lembut. Sekarang Teh Din lagi
menekuni karier jadi pahlawan tanpa tanda jasa mengajar anak-anak TK Al-Azhar
di Bandung. Selama di Pare, Teh Din dan Ayu sepertinya jadi orang tua buat
Ratih dan Balqis, dua remaja yang masih belum bisa keluar dari masa-masa alay
dengan segala tingkah laku mereka yang super menghibur, hahaha. Kemudian ada
lagi Daud Faisal. Kang Daud yang kelihatannya sedehana cuek-cuek bebek penuh
pesona diam-diam sudah pernah keliling dunia. Dan sekarang lagi keliling dunia
lagi naik kapal pesiar. Semoga suatu hari nanti bisa ajak USA Class naik kapal
pesiarnya keliling dunia ya kang, hehe.
![]() |
Kelakuan Kang Daud di Alaska (Sumber : @daud_faisal) |
Serta para pemimpi hebat lainnya yaitu Adit, Arkhy, Balqis,
Ratih, Anam, Yudha, Davin, Mommy Ratih dan Doclas yang sama-sama tengah berjuang untuk impian mereka masing-masing.
Bergabung di USA Class buat saya pribadi adalah sebuah oase di tengah gurun
monotonitas kehidupan yang memberikan penyegaran. Beragam sudut pandang baru
tersedia bak menu siap saji dari alam semesta. Kalau habis ngobrol, pasti
sedikit banyaknya ada saja ruang pikiran yang terisi. Dan semoga isi tersebut
betah menetap dan punya manfaat.
“See You On Top” begitulah
kalimat yang seringkali kami ucapkan ketika waktu perpisahan mengurus impian
masing-masing mulai tiba. Rasa sedih menjalar ke seluruh isi hati. Ketika hari
kepulangan menuju Bogor datang, kegiatan terakhir sarapan bersama jadi momen
tak terlupakan buat saya. Di perjalanan pun saya sempat terharu dan menangis
karena harus berpisah dengan mereka. Jauh dari obor-obor impian berwarna langka
itu.
Sekarang kita semua sudah kembali
ke setapak kecil masing-masing. Namun pertemuan indah bersama kalian yang hanya
sebulan menyadarkan saya bahwa,
Bukan soal seberapa lama kita mengenal seseorang, tapi soal berapa besar nilai yang saling dibagi saat pertemuan itu berlangsung.Thanks a lot for every journey USA Class. I love you guys, see you on top !
aku pengen ke sana belum kesampean euy hiks hiks
BalasHapusAyok ayok cobain mbak, nanti bawa dedek bayinya ya hehehe
Hapus